in ,

Bagaimana Cara Pasar Saham Bekerja?

Pasar saham sudah ada sejak lama. Banyak orang-orang kaya yang meraih kesuksesannya dengan berdagang saham. Orang awam sering kali mengasosiasikan saham dengan pekerjaan orang kaya atau pun bisnis yang rumit. Namun apakah benar seperti itu?

Untuk mengerti sejarah dan cara kerja pasar saham, simak penjelasannya di bawah ini!

Sejarah Pasar Saham

Voc Pasar Saham

Di abad ke-17, sebuah perusahaan Hindia-Belanda bernama Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) memperkerjakan ratusan kapal untuk berdagang emas, porselen, rempah-rempah, dan sutra di seluruh dunia.

Namun, menjalankan usaha ini tidaklah murah. Untuk membiayai pelayaran-pelayaran mereka yang memakan bany ak biaya, VOC mengaharapkan bantuan penduduk Belanda. Orang-orang yang menginvestasikan uangnya untuk membantu biaya pelayaran tersebut akan mendapatkan bagian dari keuntungan kapal-kapalnya.

Dengan praktik ini, VOC dapat membiayai perjalanan-perjalanan yang lebih jauh lagi, menambah keuntungan baik untuk perusahaan maupun untuk para investor. Menjual “bagian keuntungan” ini di kedai-kedai kopi dan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Eropa, VOC dengan tidak sengaja menciptakan pasar saham pertama di dunia.

Pasar Saham di Masa Modern

Pasar Saham Modern

Sejak saat itu, perusahaan-perusahaan sudah menerima pendanaan dari para investor untuk mendukung segala macam bisnis. Hari ini, bursa saham mempunyai ilmunya sendiri di sekolah dan kampus, karir, hingga saluran televisi khusus yang ditujukan untuk mempelajarinya.

Namun, pasar saham di zaman sekarang jauh lebih rumit daripada saat awal kemunculannya. Bagaimanakah perusahaan dan investor menggunakan pasarnya hari ini?

Bayangkan sebuah perusahaan kopi yang memutuskan untuk terjun ke pasar. Pertama kali, perusahaan tersebut akan mempromosikan dirinya ke para investor besar. Jika investor setuju dengan ide perusahaan, mereka akan berinvestasi ke perusahaaan tersebut.

Kemudian para investor mendukung perusahaan untuk membuka penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Ini akan menempatkan perusahaan tersebut di pasar publik. Dengan begitu, setiap perusahaan lain atau perorangan yang melihat bisnis yang ditawarkan akan menguntungkan dapat membeli sahamnya.

Fluktuasi Harga

Fluktuasi Harga Saham

Membeli saham menjadikan para investor sebagai pemilik sebagian dari perusahaan. Investasi mereka membuat perusahaan tersebut tetap berkembang. Semakin sukses sebuah perusahaan, semakin banyak pula orang yang berminat untuk membeli sahamnya. Semakin tinggi permintaan untuk saham suatu perusahaan, harganya pun akan semakin tinggi. Hal ini berlaku baik terhadap saham yang dijual ke publik maupun yang sudah dimiliki oleh investor sebelumnya.

Untuk perusahaan, kenaikan harga ini membantu untuk membiayai ide-ide baru perusahaan dan menaikkan valuasinya dengan menunjukkan seberapa banyak orang yang mau berinvestasi untuk ide mereka. Namun, jika karena alasan tertentu sebuah perusahaan terlihat kurang menguntungkan, kebalikannya mungkin saja terjadi.

Jika investor melihat harga saham mereka mulai menurun, mereka akan menjualnya dengan harapan akan mendapatkan keuntungan sebelum perusahaannya mengalami penurunan valuasi lebih jauh. Saat saham-saham dijual dan permintaannya menurun, harga sahamnya pun menurun, begitu juga valuasi perusahaan.

Ini akan menyebabkan kerugian bagi para investor, kecuali perusahaannya mulai menguntungkan kembali. Naik turunnya permintaan dan penawaran ini dipengaruhi oleh banyak faktor. Perusahan berada dibawah pengaruh pasar yang tidak dapat dielakkan, seperti harga bahan mentah yang turun naik, perubahan teknologi produksi, dan kenaikan gaji pekerja. Investor bisa saja khawatir dengan perubahan kewenangan, publikasi yang buruk, atau faktor penting lainnya seperti hukum perdagangan. Dan tentu saja, banyak investor yang siap menjual sahamnya kapan saja untung keuntungan pribadinya.

Semua variabel ini berpengaruh pada fluktuasi pasar saham setiap harinya, yang mana akan menunjukkan apakah perusuhaan-perusahaan di dalamnya makin sukses atau menurun. Dan di pasar saham, perusahaan yang valuasinya terlihat sedang menurun cenderung akan kehilangan investor, dan pada akhirnya benar-benar menjadi rugi.

Segalanya Mungkin Terjadi di Pasar Saham

Sukses Trading Saham

Kepercayan diri manusia di pasar saham mempunyai kekuatan untuk menyebabkan apapun mulai dari gelembung ekonomi hingga krisis finansial. Dan variabel-variabel yang sulit diukur ini adalah mengapa banyak profesional yang mempromosikan investasi jangka panjang daripada mencoba mendapatkan keuntungan secara instan. Bagaimanapun, para ahli terus menciptakan alat-alat untuk menambah peluang mereka untuk sukses dalam sistem yang sangat tidak tertebak ini.

Pasar saham bukan hanya diperuntukkan untuk orang kaya. Dengan adanya internet, setiap hari para investor dapat membeli saham dengan cara yang sama seperti para investor besar. Semakin banyak orang yang teredukasi tentan sistem pasar saham yang rumit ini, mereka pun dapat berdagang saham, mendukung bisnis tertentu yang mereka percaya, dan mengejar cita-cita finansial mereka.

Nah, begitu lah penjelasan tentang pasar saham kali ini. Semoga para pembaca Fodka.id menjadi mengerti dan terinspirasi untuk mencoba berinvestasi saham. Bagaimana menurut kalian? Mau langsung buka rekening saham dan menjadi sukses seperti Budi? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar, ya!

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Andre Kurniawan

Comments

Loading…

0

Comments

0 comments

Ferdian Paleka

Ferdian Paleka Di-bully di Tahanan, Orang Tua pun Mengambil Langkah Hukum

Sejarah Celana Jeans

Inilah Sejarah Bagaimana Celana Jeans Tercipta