in

Dulu Dihina, Gaya Hidup Hikikomori Kini Menjadi Lumrah

Gaya hidup hikikomori, atau mengurung diri di kamar hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun, sudah ramai di Jepang jauh sebelum pandemi COVID-19 melanda dunia. Dulu para anak muda yang meninggalkan kehidupan normalnya ini dihina, sekarang semua orang mengikuti mereka.

Seperti Indonesia, pandemi corona tentunya juga menjadi perhatian di Jepang. Pemerintah Jepang pun sudah lama menghimbau warganya untuk mengisolasikan diri demi mengurangi resiko penyebaran wabah COVID-19 ini.

Berbagai usaha dilakukan, termasuk mendorong masyarakat untuk mengadopsi gaya hidup hikikomori. Hikikomori sejak lama sudah menjadi hal yang dipandang negatif di Jepang karena dianggap sangat anti sosial bahkan menjadi sampah masyarakat.

Apa itu hikikomori?

Hikikomori Jepang

Menurut Wikipedia, hikikomori, yang secara harfiah berarti menarik diri atau mengurung diri, adalah istilah Jepang untuk fenomena dikalangan remaja atau dewasa muda di Jepang yang menarik diri dan mengurung diri dari kehidupan sosial.

Sedangkan menurut Kementerian Kesehatan, Perburuhan, dan Kesejahteraan Jepang, seseorang dinyatakan hikikomori apabila sudah mengisolasi diri mereka dari kehidupan sosial di masyarakat selama lebih dari enam bulan.

Dalam beberapa tahun terakhir, hikikomori menjadi istilah untuk sebuah masalah sosial yang disebabkan oleh banyaknya penduduk usia produktif di Jepang yang mengurung diri karena dipicu gangguan mental.

Dewan hikikomori di Jepang untuk penanganan COVID-19

Covid Jepang

Namun di tengah pandemi virus corona ini, Pemerintah Jepang membuat sebuah dewan yang dinamaan Organisasi Studi Soliter dan Selibat. Organisasi ini ditujukan untuk mengkampanyekan strategi karantina diri ke masyarakat.

Untuk menjalankan rencana itu, Pemerintah Jepang menunjuk Dakura Maki (34), seorang hikikomori yang sudah 16 tahun tidak keluar dari rumahnya.

Maki merupakan salah satu pelaku hikikomori yang menjawab panggilan telepon dari Pemerintah Jepang. Pengalamannya mengurung diri di kamar selama belasan tahun itu dianggap berguna untuk melancarkan strategi karantina tersebut.

Dijelaskan oleh Son Nawakenai, Wakil Ketua Organisasi Studi Soliter dan Selibat, Dakura Maki memberi masukan yang membantu masyarakat mengisolasi diri. Yakni dengan membeli bantal guling bergambar tokoh anime, atau disebut juga dakimakura.

Kalau menurut kalian, apakah gaya hidup hikikomori ini bisa menekan jumlah penderita corona di Jepang? Berikan komentar di bawah ya.

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Andre Kurniawan

Comments

Loading…

0

Comments

0 comments

KPPPA: Mendongeng Bisa Siasati Kebosanan Anak Akibat COVID-19

Clairvius Narcisse Zombie Haiti

Kisah Clairvius Narcisse, Seorang Zombie Asli dari Haiti